≡ Menu

Menuju gerbang pernikahan

Menuju ke gerbang pernikahan ternyata tidaklah semudah yang di fikirkan dan di perkirakan. Sebelumya gue memiliki fikiran “Kalaulah kelak nanti Alloh SWT memberikan kepercayaan kepada gue untuk menjadi seorang kepala rumah tangga, gue nga mau pusing-pusing mikirin buat acara penikahan, cukup memenuhi sarat syah saja”. Sarat syah disini tentu saja syah berdasarkan syariat agama Islam dan juga tercatat di cacatan sipil, dalam artian gue ga mau di pusingkan sama ritual-ritual lainnya selain kedua hal tadi.

Tapi apa hendak di kata, pendapat dan keinginan keluarga (pihak gue dan pihak calon istri), saudara serta teman tidak bisa begitu saja diabaikan, mereka menginginkan adanya ritual-ritual lainnya selain hanya memenuhi sarat syah tadi, atau lebih singkatnya mereka menginginkan ada sebuah Syukuran (resepsi) pernikahan. “Apa salahnya sih ngadain acara syukuran, toh hanya sekali dalam seumur hidup” kalimat yang seringkali terdengar oleh diri gue, yang akhirnya gue memutuskan untuk mengadakan acara resepsi walaupun dengan sangat sederhana.

Masalah pun tidak terhenti sampai disini saja, masalah baru terus bermunculan, dan semuanya bermuara pada masalah financial, maklum saja dengan hanya dengan bemodalkan nekad dan niat yang Insya Alloh tulus untuk mengikuti Sunnah Rasululloh SAW, gue memberanikan diri untuk melangkah kejenjang pernikahan.

Menuju gerbang pernikahan

Mulai dari masalah sewa tenda, pelaminan, alat-alat untuk masak, cetak undangan, dokumentasi, souvenir sampai pada barang-barang kebutuhan perempuan sehari-hari yang akan dijadikan sebagai seserahan, semuanya dirinci dan berulangkali dilakukan survei dan negosiasi untuk mendapat harga yang semurah-murahnya tapi dengan hasil yang maksimal.

asep desi 1

 

Dengan perlahan dan penuh perhitungan, satu persatu semua masalah itu pun mulai diselesaikan, walaupun dalam perjalananya harus berdarah-darah karena ego dalam diri kami pun masih muncul.

Oh iya sampai kelupaan, Insya Alloh untuk acara akad nikah sekaligus syukuran akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 30 Maret 2008, gue mohon do’a dan restu dari semuanya, semoga semuanya bisa lancar tanpa halangan dan rintangan yang berarti. Dan seandainya saja temen-temen semuanya yang sempet membaca cerita ini, silakan dapat menyempatkan diri untuk datang di hari pernikahan kami, Insya Alloh secapatnya untuk undangan akan gue upload disini…

{ 9 comments… add one }
  • ayieda March 7, 2008, 7:40 pm

    🙂

  • ayieda March 7, 2008, 7:42 pm

    bosan lah!!!

  • Iko March 12, 2008, 12:27 pm

    Barakallahu mas ….. 😡

    Semoga kelak menjadi keluarga yang SaMaRa….

    Tanggal 30 Maret tinggal hitungan hari,… :d

  • isal March 14, 2008, 10:21 am

    kang asep selamat ya. mg dikarunikan pernikahan yang barokah. keluarga yang sakinah. Banyak2 puasa menuju nanti akad nikah coz setan terus akan menggoda sampai titik darah penghabisan untuk mengelincirkan kalian berdua. Intinya jgn banyak berduaan menjelang akad nanti. godaan-nya cukup tinggi…

  • Kang Asep March 14, 2008, 4:12 pm

    @Iko, Amiin, Jazzakalloh ya iko, terima kasih udah mau berdo’a untuk kami
    @isal, Terima kasih juga untuk do’a dan sarannya 🙂

  • nuraini June 12, 2008, 5:54 pm

    Selamet Menempuh hidup baru ya……
    cariin saya jodoh dong coz pengen nikah neh
    tapi belum ketemu aja jodohnya
    kriteria:
    Muslim
    btanggung jawab
    bisa khutbah
    lancar ngaji
    shalat wajib&sunah selalu di kerjakan
    pemimpin
    hub. email saya
    makasih……..

  • ernawati June 12, 2008, 5:59 pm

    selamat menempuh hidup baru, smoga menjadi kelg sakinah,mawadah&warahmah.
    cariin jodoh ya buat saya…kriterianya g muluk-muluk kok asal dia…
    seiman
    bertanggungjawab
    pemimpin yg dapat digugu&ditiru
    punya pekerjaan tetap

    hub ke no telp 081322973464

  • nurul sakinah August 10, 2009, 4:21 pm

    cuteny muka

Leave a Comment

*