Barusan gw nonton acara saksi mata di Trans7 dengan mengangkat tema Tragedi Semanggi. Sedikit flashback, Mei 1998 saat waktu itu gw masih duduk dibangku kelas 2 SMA yang sebentar lagi mau naek kelas 3 :D, kala waktu itu gw belum mengerti bener apa yang sebenarnya terjadi, waktu itu gw hanya bisa nonton dari pesawat televisi 14 inci keluaran tahun jebot yang saat ini sudah tidak berdaya, yang gw ngerti kalo waktu itu terjadinya demo besar-besaran dikalangan mahasiswa di jakarta dan beberapa kota di indonesia, yang menuntut Soeharto untuk mundur yang kala itu masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Kembali ke laptop” merupakan salah satu jargon miliknya tukul arwana dalam acara empat mata yang ditayangkan di trans7. Tapi laptop disini bukan laptop milik tukul arwana melainkan sebuah keinginan gw untuk memilikinya.
Sudah cukup lama gw menginginkan untuk memiliki sebuah laptop sebagai penunjang kerjaan dan kegiatan gw sehari-hari. Tapi hingga saat ini Alloh masih belum memberikan kepercayaan kepada gw untuk memilikinya, bahkan boro-boro memiliki sebuah laptop, kamputer desktop pun sampai saat ini belum pernah memilikinya (wah..kecian amat, katanya orang it, masa komputer pun engga punya 🙁 ).
Tapi gw patut bersyukur juga, walaupun sampai saat ini gw belum memiliki sebuah komputer apalagi laptop, kesempatan untuk menggunakannya selalu aja ada jalan, apakah itu pake punya temen atau juga pake inventaris kantor.
Mungkin hal ini juga yang sedikit menghambat gw untuk segera memiliki perangkat itu, soalnya gw seringkali berfikir, selama gw masih bisa pake kenapa gw harus beli. Pemikiran ini memang nga bagus, punya sendiri memang akan terasa lebih nikmat dari pada memakai punya orang lain.
Gw cuman bisa berdo’a (dan jelas tentu sambil berusaha) semoga keinginan gw ini bisa tercapai, ya kalau bisa as soon as possible deh 🙂 …Amin
gambar : www.laptoplog.com
by Hijjaz
Bila melihat alam yang indah ini
Tidak terasa kebesaran Allah
Bila mendapat musibah lupa diriNya hamba
Nikmat yang datang tidak disadarinya
Sepatutnya rasa malu kepadaNya
Karena anugerah kepada kita
Membuat resah rasa kekesalannya
Buta hati lebih berbahaya
Buta mata tidak nampak dunia
Buta hati tidak nampak kebenaran
Buta hati ditipu nafsu dan syaitan
Bahkan dilupakan saja semua orang rasa bangga dengan dosa
Bila menyebut neraka tidak terasa akan geramnya
Bila menyebut surga tidak terasa akan nikmatnya
Itu menunjukan jiwa kita mati atau buta
Wah…denger lagu ini jadi pengen nangis hikzz :(( :(( :((
Judul lagu besutan savage garden ini sangat cocok sekali dengan kalangan para IRC mania, yang mungkin sekarang sudah banyak pakai Yahoo Messenger atau Google Talk atau juga MSN Messenger. Kenapa demikian ? ya gw sebut demiian karena IRC sering kali dijadikan ajang untuk mencari sang pujaan, walaupun besar sekali resiko yang akan ditanggung untuk mendapatkan pasangan dengan cara seperti ini, kecuali memang direferensikan oleh seseorang :D.
Co_Cari_Ce : Hai
Ce_Cari_Co : Hai juga, asl plz
Co_Cari_Ce : 25 m Bdg, u ?
Ce_Cari_Co : 20 f Bks
Co_Cari_Ce : Kul apa ker ?
Ce_Cari_Co : aku krj di jkt, u?
Co_Cari_ce : Ker juga di jkt
Dan obrolan dunia maya pun berlanjut dari detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam dan tak terasa billing warnet sudah menunjukan 30.000, “waduh bisa kaga makan malem neh hari ini” tapi yang namanya demi mengejar sesuatu yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan, apapun akan dijalaninya.
Secara tidak sadar sudah sekian hari lamanya obrolan dunia maya ini berkesinambungan, dan tanpa disadari pula tumbuhlah benih-benih rasa cinta di dada *halah* dan kegiatan pun bertambah menjadi telpon-telponan yang kemudian terucaplah kata sayang-sayangan, padahal sedikitpun diantara keduanya belum pernah melihat bentuk wujud aslinya apakah bulet penjol lonjong atau jajaran genjang :D.
Inilah dunia maya, kadang rasa kasih sayang itu akan tumbuh dengan hanya melalui sebuah tulisan-tulisan pendek.
Kalaulah si cowok itu bisa bikin website, maka dengan serta merta dia pun akan menawarkan jasa pembuatan website pribadi buat si cewek secara gratis (ini pengalam pribadi temen gw xixixi) kalaulah dia tukang pulsa maka dia akan dengan rela menawarkan pengisian pulsa secara cuma-cuma supaya komunikasi tetap lancar pokoknya kalau dia punya sesuatu yang bisa dikasih maka dikasihlah (wahh pejuang sejati)
“Kenapa sih cuman gw yang mengalami hal ini, kenapa orang lain engga…?!?!” mungkin ini salah satu keluh kesah yang kadangkala terlontar dari mulut gw ini, bahkan tiada hari tanpa keluh kesah, pokoknya semua hal yang tidak sesuai dengan keingin hati gw adalah sebuah bencana dan sebuah musibah bagi diri gw.
Gw ingin apapun yang terjadi dalam keseharian hidup gw selalu sesuai dengan apa yang direncanakan dan harapan, tanpa peduli kalaulah gw ini hanyalah seorang manusia yang lemah yang hanya punya rencana yang diiringi oleh usaha dan do’a. Rasa syukur seakan hilang dari diri gw, padahal telah banyak nikmat dan karunia yang telah gw peroleh dan gw rasakan, tapi gw jarang bahkan sangat jarang mensyukuri atas itu semua…Astagfirullohaladzim….
Orang-orang tua bilang, kalo jalan itu harus nunduk jangan tengadah, artinya kalo dalam hidup itu harus melihat kepada orang-orang yang ada di bawah kita, sehingga kiita jadi banyak bersyukur. Tp apakah bener seperti itu, kita harus selalu melihat kepada yang di bawah kita ? dari satu sisi ketika kita banyak melihat kebawah maka kita akan merasakan kalo kita itu lebih beuntuk dari pada mereka “alhamdulillah gw sudah kerja, masih banyak yang masih kelimpungan nyari pekerjaan” tapi dari sisi lain apakah hal ini akan dapat menjadikan berkurangnya motivasi kita untuk selalu memperbaiki “hari ini harus lebih baik, dari hari kemaren, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini” ??
IMHO…kita bisa melakukan kedua-duanya (melihat kebawah dan keatas) dalam segi materil bolehlah kalo kita melihat kebawah supaya kita terhindar dari iri, dengki, jail, kaniaya dan mensyukuri dari apa yang telah kita dapat, dan mungkin dari segi ilmu, bebuat baik, memperbanyak amal dan ibadah kayaknya kita musti melihat sama orang-orang yang diatas kita supaya kita lebih terpacu lagi untuk meningkatkan ilmu kita, amal kita, ibadah kita. Whatever…gw musti lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari…amiinn
Hasbunallah wanikmal wakil
Nikmal maulana waanikman nashir
Bila hati gelisah
Tak tenang, tak tentram
Bila hatimu goyah
Terluka, merana
Jauhkan hati ini dari Tuhan dari Allah
Hilangkah dalam hati dzikirku,imanku
Hanya dengan Allah
Hatimu akan menjadi tenang
Dengan mengingat Allah
Hilanglah semua kegelisahaan
Cukuplah hanya Allah
Hati bergantung dan berserah diri
Denger sebuah lagu dari opick diatas, memang gw musti kembaliin semuanya kepada Yang Maha Kuasa Alloh swt. segala kegundahan dan kegelisahaan, keluh dan kesah memang seharusnya disampaikan kepadaNYA. Tapi kenapa hanya ketika dalam kesusahan gw ingat itu semua, saat kesenangan datang menyambut dan menyirnakan semua gundah gulana, gw pun lupa….
Ya Alloh ampuni hambaMU yang lemah ini….
Recent Comments